Galang Hendra Ingin Lupakan Kegagalan di WSSP Navarra

Dalam dua hari, nasib Galang Hendra Pratama di World Supersport (WSSP) Navarra bak bumi dan langit. Pembalap Ten Kate Racing ingin tutup buku dan menatap balapan berikutnya di Magny Cours, Prancis, 4-5 September.

Galang Hendra Ingin Lupakan Kegagalan di WSSP Navarra

Galang mengaspal kembali setelah dinyatakan pulih dari cedera bahu. Pemuda 22 tahun tersebut menampilkan performa mengesankan ketika Race 1 di Sirkuit Navarra, Sabtu (21/8/2021).

Ia mampu finis di urutan ke-11 yang merupakan hasil paling bagus kedua setelah Race 2 Aragon, di awal musim. Kala itu, Galang tembus 10 besar.

Kepercayaan diri tinggi dibawa ketika bertarung di Race 2. Malang tak bisa ditolak, pembalap kelahiran Yogyakarta tersebut malah jatuh di lap kelima. Bisa mendorong motornya ke lintasan lagi, Galang pun lanjut balapan meski terlempar ke posisi terakhir.

Pada pertengahan lomba, ia kembali crash dan harus mengakhiri petualangannya secara dini. Kekecewaan tak bisa disembunyikan, apalagi melihat koleganya Dominique Aegerter sapu bersih kemenangan.

“Ini bukan hasil yang kami harapkan. Setelah balapan pertama yang bagus kemarin, saya menantikan balapan yang lebih baik hari ini,” ujarnya dikutip dari situs Ten Kate Racing.

“Pada awalnya, saya dapat mengejar grup yang berjuang untuk 10 besar. Sayangnya, saya kehilangan kontrol di bagian depan dan crash. Saya minta maaf kepada tim. Sangat penting melupakan balapan secepatnya dan fokus pada putaran berikutnya di Nevers Magny-Cours.”

Manajer tim asal Belanda, Kervin Bos, menyayangkan kesalahan kecil yang dibuat Galang Hendra. Namun, ia juga memuji kemajuan yang dibuat pembalap kebanggaan Indonesia itu.

“Galang sudah mengambil langkah besar untuk maju akhir pekan ini, tapi sayangnya, itu juga termasuk membuat kesalahan-kesalahan kecil. Itu terjadi baginya sore ini dalam balapan. Saya harap kami dapat lanjut dengan langkah ini dengan Galang di Magny Cours,” Bos mengungkapkan.

Baca Juga:

“Sulit dipercaya, delapan dari 12. Saya kira tim sekarang bisa mengatakan menjalani impian. Pole, lap tercepat dua kali dan dua kemenangan akhir pekan di sini. Dominique mendominasi seluruh akhir pekan dan kami sangat bangga dengan itu. Saya harap Dominique tetap menang.”

Sementara, Aegerter yang terus balapan dalam tiga pekan terakhir, antara MotoE dan WSSP, mengaku kelelahan. Tapi, motivasi tinggi membuatnya tampil impresif dan melibas seluruh rival di depan sehingga dapat melesat di depan.

Berbeda dengan kemenangan Race 1, pembalap Swiss dinaungi Dewi Fortuna pada episode berikutnya. Ia baru saja menyalip Steven Odendaal ketika lomba dihentikan mendadak akibat insiden Borja Lopez.

Start hari ini lebih baik daripada lomba pertama, tapi saya harus bertarung dengan beberapa pembalap pada awalnya. Sangat sulit melewati mereka. Sekali saya melakukannya, saya dapat meningkatkan pace lagi dan menutup gap dengan Steven,” Aegerter menceritakan.

Galang Hendra Pratama, Ten Kate Racing Yamaha

Galang Hendra Pratama, Ten Kate Racing Yamaha

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Tak mudah menyalipnya, tapi saya berhasil mendahului dan menjauh darinya. Tak berapa lama, red flag muncul, saya harap pembalap yang crash baik-baik saja. Sungguh disayangkan bagi penonton karena lomba dipangkas.

“Terlepas dari itu, saya sangat gembira dengan kemenangan itu. Kami bisa melihat lagi keberhasilan akhir pekan ini di Navarra, dengan dua kemenangan, pole dan dua lap tercepat. Setelah tiga pekan yang sibuk dan sukses, saya ingin segera pulang ke Swiss dan bersantai di rumah dengan keluarga dan teman.

dibagikan
komentar
Hasil Race 2 WSBK Navarra: Toprak Razgatlioglu Kembali ke Puncak Klasemen

Artikel sebelumnya

Hasil Race 2 WSBK Navarra: Toprak Razgatlioglu Kembali ke Puncak Klasemen

Artikel berikutnya

Perubahan Set-Up, Kunci Sukses Toprak Razgatlioglu di WSBK Navarra

Perubahan Set-Up, Kunci Sukses Toprak Razgatlioglu di WSBK Navarra
Muat komentar