Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Stoffel Vandoorne Ungkap Alasan Gagal bersama McLaren di F1

Sempat dianggap sebagai talenta potensial di F1, Stoffel Vandoorne kalah saing dengan rekan setimnya di McLaren, Fernando Alonso, dari segi performa. Namun pilot Belgia mengatakan ada masalah lain.

Stoffel Vandoorne, Reserve Driver, Mercedes-AMG F1

Stoffel Vandoorne, yang tahun ini tampil di Formula E membela Mercedes, mengakui bahwa mimpinya untuk bisa kembali bersaing lagi di Formula 1 (F1) mungkin sudah sirna.

Salah satu alasannya adalah bahwa pada akhir 2018 tidak ada tempat tersisa baginya di McLaren, karena kala itu sang pembalap dikalahkan dengan mudah oleh rekan setimnya, Fernando Alonso.

Peraih dua gelar Formula 1 tersebut menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil mengalahkan rekan satu tim di setiap sesi kualifikasi, dengan rekor 21-0. Vandoorne sama sekali tak berkutik.

Selain itu, Alonso mampu mencetak poin dalam sembilan Grand Prix, dengan hasil terbaik P5. Sedangkan Vandoorne hanya meraih angka pada empa balapan. Itu tidak cukup untuk mengamankan kursinya di tim.

Namun ia juga belum sepenuhnya melepaskan diri dari F1, setelah menghabiskan beberapa tahun terakhir sebagai pembalap cadangan dan simulator untuk tim pabrikan Mercedes.

Baca Juga:

Jadi apa yang salah dengan Stoffel Vandoorne? Padahal dalam GP2 (kini Formula 2), ia begitu dominan dan membuat para rival tertinggal serta dianggap pilot masa depan F1 saat juara pada 2015. McLaren bahkan memandangnya sebagai juara baru mereka.

Namun kariernya tidak pernah benar-benar melejit. Prinsipal Tim Alfa Romeo mengatakan jika Vandoorne butuh lingkungan yang berbeda agar berkembang ke arah yang seharusnya sesuai potensi.

“Anda tidak melihat semua yang terjadi di balik layar, semua politik. Saya tidak bisa membicarakan semua, tetapi Anda bisa membayangkan beberapa hal,” ujar soal Vandoorne kepada Derniere Heure soal situasi yang dihadapinya di McLaren.

“Saya tidak menyesal. Saya (telah) mencoba melakukan pekerjaan terbaik saya. Yang terpenting, rasa percaya hilang di beberapa titik. Tidak mudah untuk tampil di level tertinggi ketika Anda tahu bahwa di belakang Anda tim bernegosiasi dengan pembalap lain.”

Bos McLaren Zak Brown sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Vandoorne memang tidak memiliki mobil yang mumpuni. Namun jet daratnya sama seperti yang digunakan oleh Alonso.

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33

Stoffel Vandoorne, McLaren MCL33

Foto oleh: Mark Sutton / Motorsport Images

“Stoffel tidak memiliki mobil yang bagus, tetapi dia mendapatkan dua tahun dan peluang yang sama. Mobilnya sama dengan milik Fernando Alonso, yang bukan rekan setim mudah dan terkadang hal-hal tidak sesuai keinginan,” ucap Brown.

Selama musim 2017 dan 2018 memperkuat McLaren, Vandoorne tidak mampu memenuhi ekspektasi tim. Ia mengakhiri dua tahun tersebut di peringkat ke-16 klasemen akhir tanpa podium. Meski tak berjalan baik, ia tak menutup peluang untuk kembali.

“Tentu saja saya masih akan mencoba (menembus) Formula 1, tetapi hanya dalam situasi yang tepat. Saya tahu mungkin tidak akan pernah dapat kesempatan lagi dan saya tidak punya masalah dengan itu,” kata Vandoorne.

“Masa depan saya ada di Formula E dan balap ketahanan (WEC). Tidak banyak peluang untuk turun di F1. Meski situasi saya di McLaren, saya tak bisa mengatakan tidak untuk kesempatan seperti itu.

“Hanya saja, sayangnya, saya bergabung dengan mereka pada saat mobilnya tidak kompetitif dan tim tidak stabil secara politik.”

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pascal Wehrlein Sebut FE Lebih Sulit ketimbang F1
Artikel berikutnya Pentingnya Crash Test di Formula 1 dan Metode Pengujiannya

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia