Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Moto3 Moto3 Qatar

Ana Carrasco Kaget dengan Ketatnya Persaingan Moto3

Pada comeback ketiga di Moto3, Ana Carrasco seolah kembali jadi anak baru. Ia menemukan kompetisi yang lebih gila dibanding sebelumnya.

Ana Carrasco, Boé SKX

Menjadi satu-satunya pembalap perempuan dalam grand prix, tak membuat nyali Carrasco ciut. Berada dalam tahap adaptasi bukan sebuah halangan untuk memacu motor.

Pada akhirnya, rider Boe SKX itu menuntaskan balapan nomor 20 dari 29 peserta. Tentu saja Carrasco tak kecewa karena target utamanya melintasi garis finis dan catatan waktu membaik.

“Saya selalu berkata bahwa saya masih hijau dan perlu beradaptasi dengan cepat. Akhir pekan lalu berjalan dengan baik, positif, karena setiap hari, saya kian dekat dengan pemimpin sesi, yang mana jadi tujuan saya,” ujarnya kepada AS.

“Dalam balapan, saya melakukan lap lebih kencang daripada Jumat dan kualifikasi. Saya tidak bisa berbuat lebih lagi. Saya mesti beradaptasi sedikit demi sedikit karena sudah tahu bahwa balapan akan sulit. Saya gembira dengan bagaimana kami bekerja.”

Juara dunia World Supersport 300 itu menilai motor yang dikendarainya berbeda dari masa lalu. Kendaraan tersebut memang lebih ringan tapi perkembangan teknologi menimbulkan kerepotan.

“Motor ini berbeda daripada yang saya gunakan sebelumnya, sebuah motor jalanan dengan tingkah berbeda. Sekarang, semua tampak beda dan sulit menemukan batas maksimal motor dan mengeksplorasi performa yang mesti dikeluarkan,” ia mengungkapkan.

“Ditinjau dari level fisik masih sama saja, itu bahkan lebih ringan. Menurut saya, dari sisi teknik, tindak-tanduk motor beda dan saya yang mesti beradaptasi dengan segala hal baru, respons motor, mengendarainya dengan ban terpakai dan sebagainya. Saat balapan pertama, saya harus belajar untuk lebih cepat.”

Baca Juga:

Carrasco berharap bisa secepatnya menaklukkan motor. Balapan di luar Eropa menurutnya jauh lebih sulit karena treknya kurang familiar.

Pembalap 24 tahun itu yakin ketika rombongan kembali menyambangi sirkuit Benua Biru, ia pasti bisa memperbaiki kinerja.

Carrasco membuktikan sendiri bahwa persaingan di kasta terbawah grand prix lebih panas dan berbahaya. Saat para pembalap muda dengan emosi meluap menguasai grid, mereka tak takut kontak.

“Sistem kategori masih sama. Memang benar, ini menjadi jauh lebih gila, dengan banyak kontak dan lebih banyak dalam grup. Pada tahun-tahun awal, dengan Maverick Vinales, Alex Rins dan Luis Salim, selalu ada sebuah grup jadi acuan dan terbagi jadi beberapa grup,” katanya.

“Sekarang, grup yang memimpin sangat panjang. Sesuatu seperti itu kerap terjadi dalam kategori lebih kecil.”

Ana Carrasco, Boé SKX

Ana Carrasco, Boé SKX

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Komisi Grand Prix Ubah Aturan Bendera dan Teknis
Artikel berikutnya Susah Mencari Pembalap seperti Mario Suryo Aji

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia